Author - Yusuf Marufi

ETIKA MAHASISWA STKIP SITUS BANTEN MENGHUBUNGI DOSEN VIA SMS/WA

ETIKA MAHASISWA STKIP SITUS BANTEN MENGHUBUNGI DOSEN VIA SMS/WA

PERHATIKAN WAKTU
Perhatikan kapan Anda mengirim SMS/WA, tidak pada waktu istirahat atau waktu beribadah.

PENGGUNAAN BAHASA
Gunakan bahasa yang sopan, tidak disingkat, misal: sy, jg, kpn, otw, ok, dll.

PERKENALKAN DIRI

Contoh: Pak/Bu, nama saya  Dede Nurlela mahasiswi S1 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan rekreasi angkatan 2017

ETIKA MAHASISWA STKIP SITUS BANTEN MENGHUBUNGI DOSEN VIA SMS/WA

ETIKA MAHASISWA STKIP SITUS BANTEN MENGHUBUNGI DOSEN VIA SMS/WA

ETIKA MAHASISWA STKIP SITUS BANTEN MENGHUBUNGI DOSEN VIA SMS/WA

PERHATIKAN WAKTU
Perhatikan kapan Anda mengirim SMS/WA, tidak pada waktu istirahat atau waktu beribadah.

PENGGUNAAN BAHASA
Gunakan bahasa yang sopan, tidak disingkat, misal: sy, jg, kpn, otw, ok, dll.

PERKENALKAN DIRI
Contoh: Pak/Bu, nama saya Dede Nurlela mahasiswi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi angkatan 2017

SALAM
Selamat pagi, selamat siang, Assalamu’alaikum wr wb (bukan ass).

PAKAI KATA PERMOHONAN
Gunakan kata: Mohon maaf, jika berkenan. Mohon bantuan (apabila memerlukan bantuan).

TO THE POINT
Tuliskan keperluan Anda dengan singkat, padat, dan jelas (langsung ke inti masalah).

BERPERILAKU BAIK
Tidak memaksa, tidak terburu-buru dan tidak menggurui.

TERIMA KASIH
Akhiri dengan ucapan “Terima Kasih” setelah selesai pembicaraan.

SALAM
Selamat pagi, selamat siang, Assalamu’alaikum wr wb (bukan ass).

PAKAI KATA PERMOHONAN
Gunakan kata: Mohon maaf, jika berkenan. Mohon bantuan (apabila memerlukan bantuan).

TO THE POINT
Tuliskan keperluan Anda dengan singkat, padat, dan jelas (langsung ke inti masalah).

BERPERILAKU BAIK
Tidak memaksa, tidak terburu-buru dan tidak menggurui.

TERIMA KASIH
Akhiri dengan ucapan “Terima Kasih” setelah selesai pembicaraan.

 

 

Read more...

Bimbingan Teknis Penyusunan Instrumen Akreditasi 4.0 Program Studi di Wilayah IV Jawa Barat

Bimbingan Teknis Penyusunan Instrumen Akreditasi Program Studi di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV Jawa Barat dan Banten yang di laksanakan di STISIP Yuppentek Tangerang.

Tren berlomba mendapatkan sebanyak mungkin peserta didik oleh Perguran Tinggi (PT) dinilai tak lagi relevan. Hal itu terungkap dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Instrumen Akreditasi Program Studi yang bertempat di Kampus STISIP, Cikokol, Tangerang, Sabtu (29/6/2019).

Melalui Akreditasi 4.0, Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) mensyaratkan PT mengawasi betul proses pembelajaran, kualitas keluaran dengan cara evaluasi diri. Guru Besar Gajah Mada, Profesor Suhanan mengatakan, setidaknya terdapat 9 kriteria yang harus dipenuhi perguruan tinggi agar mendapat akreditasi.

“Jadi alumni itu kan sebagai produknya, misal ukurannya berapa lama mendapatkan kerja, kemudian berapa lama waktu studinya, kemudian dengan IPK 4 apakah mempunyai dampak ketika dia mencari kerja, kemudian bidang kerjanya sesuai atau tidak, apakah bisa mencerminkan dengan IPK 4 itu. Jadi lebih pada dampak,” kata Suhanan saat memaparkan materi di hadapan 136 perwakilan perguruan tinggi swasta di wilayah IV (Jabar-Banten), dalam siaran pers yang diterima Wartakotalive.com..

Dia juga menekankan agar PTS tidak hanya terpaku pada akreditasi. Lebih dari itu, menurutnya, pengembangan institusi pendidikan perlu dilakukan melalui evaluasi diri, “Jadi kita tahu posisi kita di mana dan kelemahannya apa”, ucapnya.

Pemberi materi lainnya yaitu Profesor Johny Wahyuadi menambahkan, keunggulan dari Akreditasi 4.0 adalah berbasis evaluasi diri. Artinya, sambung Johny, PT diminta aktif mengkur kualitas institusi secara berjenjang dan berkesinambungan, “Kita sekarang gak bisa lagi bohong-bohongan, orang yang nilai kita sendiri”, terangnya.

 

sumber : https://wartakota.tribunnews.com

 

 

Read more...